Penembakan di Sekolah Yahudi Prancis

TOULOUSE, suaramerdeka.com - Penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah Yahudi di barat daya Prancis, Senin (19/3). Kepolisian Perancis melaporkan bahwa tiga orang, dua di antaranya anak-anak, tewas.

Penembakan terjadi di sebuah sekolah swasta, Ozar HaTorah, di kota Toulouse - kota yang sama di mana seorang tentara tewas ditembak awal bulan ini.

Patrick Rouimi, ayah dari seorang anak di sekolah itu, mengatakan kepada AFP, seorang pria melepaskan tembakan ke sekelompok orang yang tengah berdiri di tempat penjemputan anak. Tidak diketahui motif penembakan tersebut.

Perancis merupakan negara dengan populasi Yahudi terbesar di Eropa. Sebanyak 380 tindakan anti-Semitisme dilaporkan sepanjang 2011, kata organisasi CRIF Yahudi di Perancis.

Berita tentang penembakan ini menimbulkan keprihatinan dari sejumlah rabi dari Israel dan Prancis. "Kami mengikuti dengan syok berita di Perancis, namun kami percaya otoritas Perancis dapat membawa mereka yang bertanggungjawab dalam tragedi ini ke pengadilan," kata Yigal Palmor, juru bicara kementerian luar negeri Israel.

Gilles Bernheim, seorang rabi dari Perancis, mengaku ngeri dan kecewa akan kejadian ini. Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dilaporkan segera menuju ke Toulouse, didampingi oleh kepala CRIF paska penembakan ini. Sementara guna mengusut kejadian ini, sebanyak 50 hingga 60 aparat kepolisian anti-teroris telah diterjunkan.

Pada tanggal 11 Maret, seorang tentara dari Resimen Francazal di daerah yang sama, tewas ditembak seorang pria tak dikenal yang berkendara sepeda motor mengenakan helm. Petugas berusia 39 itu meninggal seketika di tempat kejadian.


( AFP , CNN, Linda Putri / CN33 )

Sumber: suaramerdeka.com

0 komentar:

Posting Komentar